Rumah judi bola – Visi di dalam mencari titik berat rezeki.

Liga sepakbola pada Myanmar start menampilkan perbaikan di beberapa tahun belakangan. Tidak heran bila club nasional U-19 mereka belakangan mencuat atau pun nantinya kesebelasan senior tampil rupawan pada Piala AFF 2014. Persaingan sepakbola di ‘Negeri Tanah Emas’ tersebut memanglah selagi membenahi.test1

Tahun 1996 berdokumentasikan sebagai awal dimulainya liga sepakbola di Myanmar. Namanya Myanmar Premier League (MPL). Liga ini beredar sepanjang 13 tahun datang lalu kemudian berakhir pada tahun 2009.

Mengingat keadaan kebijakan Myanmar jangka ini, oleh sebab itu klub-klub akseptor liga pun pula bukan skuad gegabah. Mulai tahun 1962 hingga 2011, Myanmar terselip untuk pasungan penguasa yang otoriter. Yang paling kronis ialah junta militer dari 1997 hingga 2011. Menimbang situasi ini, sebagian gede berkandang dalam Yangon –ibukota Myanmar sebelum pindah ke Nay Pyi Taw, & ialah milik kementerian pemerintah beserta cuma beberapa pasukan swasta.

Di dalam periode waktu tersebut, skuad nasional Myanmar pun seakan sukar berprestasi. Mereka gak sempat mengait piala, lebih dari itu di arena regional Asia Tenggara. Rengkuhan terpilih Myanmar hanyalah menjadi semifinalis Piala AFF di tahun 2004.

Myanmar National League Tampil Era Baru

Selepas MPL, tersedia liga modern pada Myanmar. Liga mengakar ke era berpengalaman dengan nama Myanmar National League (MNL). Ketika tersebut, tahun 2009, sebagai musim pertamanya.

Pada hamparan pertamanya, MNL diikuti untuk delapan club anyar. Pemain ini ialah kesebelasan swasta yg hadir sejajar dgn bergulirnya musim pertama kasta tertinggi sepakbola negeri yg termashur dengan batu gioknya ini.

Sekitar enam musim MNL beredar, 2 club oleh karena itu penguasa: Yangon United & pula Yadanarbon FC. Dua-duanya sama-sama 3 kesempatan berhasil jadi juara MNL.

Detik gelaran Piala Asia U-19 pada Myanmar di dalam bulan Oktober lalu, detikSport memiliki kesempatan dalam menyimak keliru kandang Yangon United. Kebetulan, kesebelasan nasional Indonesia U-19 berlatih di kandang Yangon United, Yangon United Sports Complex.

Tak bayangkan zona Yangon United ini yakni stadion megah. Kalau Anda sempat datang pada stadion Surajaya, Lamongan, kandang Persela Lamongan yg bertenaga 15. 000 orang2 tersebut jauh kian besar. Kapasitas Yangon United Sports Complex hanya 3. 500 orang.

Lokasi teritori Yangon United bersinggungan, disewakan dalam umum begitu sedang tidak dimanfaatkan. Sekitar orang ekspatriat bersama kelompok Myanmar tampil mencari keringat dengan tampil sepakbola. “Kami betul2 biasa menyewa dan main di sini, ” ucap salah seorang ekspatriat daripada industri telekomunikasi yg sedang membuat jaringan dalam Yangon.

Gak cuma itu, toko merchandise kendati juga ada. Ukurannya tak besar memang, cuma kurang lebih 6×6 meter. Tapi, barang yg dijajakan benar2 cukup lengkap. Dr jersey, celana kru, kaos kaki, mug, sampai gantungan kunci.

Sponsor kendati juga tak ketinggalan. Sebuah perusaahan apparel dari Thailand, Grand Sport, & pula Asia Green Development Bank (AGD), setia memerankan pendidik sejak tim ini tampil tahun 2009 itu.

1 pujian pula dikasih oleh setiap warga Yangon kala terdapat seseorang yang mengenakan jersey resmi pasukan. “Jersey sah Yangon United. Bagus-bagus, ” ucap salah seorang yang melihat detikSport memakai jesey Yangon United dalam satu diantara jalan di sekitar Sule Pagoda.

Lazim apabila klub-klub pada Myanmar mesti kreatif utk mencari dana bagi sanggup hidup. Obrolan dengan seorang sopir taksi, Aung San, mampu menjawab perbincangan itu.

“Di Myanmar, kami gak sanggup berutang, tidak ada yg namanya pinjaman. Semua harus dibayar dgn uang tunai. Kartu kredit juga tdk diizinkan oleh pemerintah, ” ujar pria yg pernah mengembara di Malaysia ini.

judi bola tangkas – Lubang Hitam Arsenal juga Manchester United

Bagi mengerti Arsene Wenger, kita perlu melihatnya dgn kacamata seorang sopir taksi. Tips menyetirnya bukan yg terbaik & kerap salah di dalam menangkap keputusan. Wawasan soal arah jalan pun tak mutakhir sehingga sering kali ia harus bertanya terlebih dulu “Mau lewat mana? ” pada penumpang yang malangnya juga tunduk diajak ke mana-mana.test1

Kadang jalan mengemudinya pun sering membahayakan penumpang soalnya lupa kapan kudu menginjak rem. Yg ia tahu cuma mengintensifkan pedal gas. Dalam menjauhi hal-hal yang gak diinginkan, sopir taksi yang cerdik kudu tahu gimana cara memilih penumpang. Ia kerap lalai melaksanakan itu dan berbuntut di penumpang yang kabur turun pada jalan sebelum melunasi argo perjalanan.

Namun demikian Wenger ialah pekerja keras serta, walaupun dengan seluruh musibat yang gak pernah menyingsing menyertainya, pada setiap hari ia terus-menerus berjaya menuntaskan setoran. Peranan yg dikasih kepadanya tidak sempat gagal ia emban. Kelompok tata usaha taksi tidak terlalu ambil pusing soal penolakan oleh keluhan yang disampaikan soalnya jalan mengemudi Wenger yg tak lagi relevan di masa masa ini. Selama jumlah bayaran terkabul, mereka gak mempermasalahkan gimana penguasaan sopir mereka di jalan.

Taksi tempat Wenger bekerja tidak pernah mengoperasikan sasaran memimpin penghargaan perusahaan taksi terbaik. Mereka hanya ingat pada cashflow and balance yang akan terus berada di pemastian tetap selama apa-apa yg diminta selamanya bisa dikasih.

Hendak amat sukar dalam menyiarkan kalau segala sesuatu yang diminta oleh Arsenal setiap musimnya semakin dari setimbal merasuk pada Liga Champions. Soalnya bahwa tidak, Wenger sudah didepak dr jauh-jauh hari. Apa boleh buat, standar yg ditetapkan oleh Arsenal cuma begitu juga Wenger tdk pernah tidak berhasil masuk ke Eropa.

Lupakan The Professor, karena Arsene Wenger adalah The Chauffeur.

Tadinya saya pengen merangkaikan Wenger yakni The Taxi Driver, tapi aku resah Robert De Niro hendak tersinggung. Tidak sebagaimana Wenger, Travis Bickle gak puas dgn mediokritas.

Untuk film blockbuster tahun ini, Interstellar hampir gak mempunyai karakter antagonis selain Dr. Mann yg diperankan sama Matt Damon. Saat Cooper dan Amelia sedang berdebat hebat di planet mana mereka hendak memapah Endurance utk berlabuh selanjutnya, Cooper beralasan jika Planet Mann adalah lokasi yang harus mereka tuju sebab menyampaikan isyarat laporan yang semakin menjanjikan dibanding dengan Planet Edmunds, zona alternatif Amelia

Mereka berdua pun memapah Endurance ke Satelit Mann hanya guna memperoleh bahwa selama masa ini Dr. Mann menyalurkan kabar palsu & peluang kosong mengenai masa depan umat manusia, semata supaya dirinya mampu terselamatkan.

Belum sanggup dianggap jika petunjuk yg sampai Manchester United sejauh ini merupakan keterangan palsu, hanya saja mereka udah hampir separuh musim berada di Planet Louis dan mineral pembentuk hasil yg tadinya mereka pikir akan diberikan sambil Van Gaal belum saja terlihat.

Sama bagaikan Cooper juga Amelia yang berhajat kalau mereka bakal medapati planet baru yg seperti pada bumi dalam ditinggali, United pula tadinya mengira jika tersebut sudah meraih seseorang yang bakal menurunkan sesuatu yang identik dengan era Gaib Alex Ferguson. Apa boleh buat, ekspektasi merupakan awal dari kehampaan. Tdk sekutil fans United yang mengira kalau The Red Devils hendak seketika kembali menjadi kontestan juara Premier League. Namun yang berlangsung, berdasar pada statistik lebih dari itu ketika ini Louis van Gaal tidak semakin baik dari David Moyes musim yg lalu.

Prediksi skor bola – Jalan Jauh buat David Moyes

Jalan amat panjang yang sanggup ditempuh seseorang dapat terlaksana bukanlah jalan pulang pergi ke rumah yg dirindukan atau pun jalan menyongsong mimpi yg diidam-idamkan. Siap menjadi jalan dalam mengedit identitas atas jejuluk jelek makin panjang juga melelahkan.test1

Mulanya, David Moyes yaitu pendidik yang lumayan menawan. Gak luar biasa, tetapi lumayan bagus. Moyes boleh tampil belum pernah mendominasi trofi 1 pun, namun 11 tahun mengurus Everton yaitu kritik yang sepadan. Terdapat kesan bahwa Moyes dapat menjaga kesetimbangan sebuah club, kendati pun itu cuma berkutat di kediaman tengah selama masa lebih atas 1 dekade.

Kestabilan ini jugalah yg memerankan dalih Manchester United menunjuknya tampil manajer trendi pada 2013. Terbiasa ditangani 1 manajer selama masa lebih dari dua dekade memproduksi United memberikan Moyes prasetia enam tahun. Mereka berharap Moyes sanggup membentuk sebuah pemain baru lewat 1 buah proses. Tetapi, begitu seleret perolehan kurang menggembirakan didapat sama United, tidak ada lagi yang namanya prosedur.

Impak di tempat dapat jadi sedikit ditolerir andaikan saja suguhan United menjanjikan. Akan tetapi, telah memperoleh dampak kurang memuaskan, permainan United di tangan Moyes pula terbilang sama. Alih-alih terlaksana team yang main menyerang, United sekiranya tampil pemain yg permainan rigid bin cermat.

Dari enam tahun persepersetujuan yang diterimanya, Moyes hanya bisa menyebrangi 10 bulan di antaranya. Kepastian United tidak berhasil menanjak pada Liga Champions musim 2014/2015 membuatnya dipecat.

Juni 2014, di bawah langit cerah Miami, Moyes terbit dengan setelan santai. Dia sedang menyaksikan laga perkawanan Inggris vs Ekuador tatkala itu serta muncul terlihat baik-baik aja buatnya.

Tatkala dia didepak dari United dua bulan sebelumnya, Moyes langsung memutuskan untuk menghindar menjauh. Dia menjinjing si istri, Pamela, pergi berlibur jauh ke selatan hingga ke Florida bagi menikmati suasana tepi laut. Sewaktu-waktu, dia pula terlihat main golf dgn kolega-koleganya. Moyes seperti menyebrangi hidup tenang, jauh dr ingar-bingar tindasan selama 10 bulan sebelumnya.

Kalau Everton sepeninggal dirinya sekiranya menjadi kian baik juga pendukung United rela-rela saja dia angkat kaki, menghasilkan Moyes menjadi sekutil terbengkalai. Umpama diingat, dia akan bertambah diidentikkan pada kegagalan United ketimbang dalam masa 11 tahunnya dalam Everton. Karena nilai setitik dalam club gede, rusaklah susu sebelanga. Moyes memperoleh stigma negatif serta jejuluk “manajer buruk” yg mau tak mau harus dia hilangkan.

Masa di mana Moyes menganggur ini tidak ubahnya segmen seorang samurai yg baru dipecat tuannya. Di dalam keadaan tdk bertuan diantaranya itu, sang samurai tak bertuan (ronin) kehilangan tujuan –dalam hal tersebut melayani tuannya– &, dalam kelanjutannya, definisi daripada hidupnya.

Diceritakan gimana ke-47 orang2 samurai kemudaratan tumpuan ketika sang tuan dibunuh. Tujuan mereka berikutnya, dalam akhirnya, yaitu membalas dendam si tuan. Periode dendam itu terbayarkan, serta artinya tujuan mereka tercapai, ke-47 ronin tadi walhasil sama-sama melakukan seppuku.

Untuk cerpen Rashomon yang ditulis sama Ryunosuke Akutagawa, diceritakan bagaimana seorang Genin (diterjemahkan ke pada bahasa Indonesia setaraf Samurai Kelas Bawah) gelisah tidak kepalang. Bukan apa-apa, dia baru saja dipecat oleh tuannya beberapa hari sebelumnya.

Alih-alih gelisah, Genin tadi memilih berteduh di bawah gerbang satu buah kuil seraya terpukau tahu menatap. Sembari mengopek-ngopek jerawat dalam pipi kanannya, sang Genin duduk tenang dan memikirkan gimana nasibnya esok hari. Preferensi di benaknya semata-mata tersedia satu: hampa kemudian mati kelaparan.

Bandar bola – Brendan Rodgers: Football Cendekia ataupun Cuma Beruntung?

Masih ingat poster yang sering dibawa fan rival ketika Manchester United bertanding musim sebelumnya? Dgn foto David Moyes besar-besar, ditulislah frase “Football Genius” di sebelahnya. Sayangnya, tersebut sama sekali tidak apresiasi bakal eks manajer Everton ini.test1

“Football genius” alias jenius sepakbola yg dilekatkan di dalam Moyes semakin termasuk sindiran akibat hasil-hasil jelek yg diperoleh United sepeninggal Sir Alex Ferguson. Bobroknya capaian Red Devils di bawah didikan Moyes di dalam musim 2013/14 sinambung saja ditimpakan pada pria Skotlandia tersebut.

Musim ini, terselip 1 orang yg berpotensi dilabeli julukan itu. Siapa dia? Manajer Liverpool, Brendan Rodgers. Alasannya, The Reds detik ini selagi menderita dalam liga dan pula Liga Champion. Dari total 13 perkelahian di dua ajang tersebut, Steven Gerrard telah menerima 7 kegagalan & 2 kali sama mata.

Dampak ini berputar 180 derajat dari pencapaian musim lalu di mana Liverpool hampir menjuarai Premier League sebelum tamat di kondisi runner-up. Sedangkan Rodgers merampungkan dana sejumlah 130 juta pound lebih di bursa transfer. Duit sejumlah ini berubah rupa dalam rupa sembilan pemain baru Liverpool, dengan satu di antaranya dipinjamkan kembali di team asal.

Menuntaskan duit banyak & terseok-seok di papan klasemen, Rodgers segera jadi benda olok-olok. Pasalnya musim silam mulutnya pernah nyinyir mengulas Tottenham Hotspur yg menguras lebih dr 100 juta pound tetapi susah payah meraih tiket ke Europa League.

“Dengan upah belanja lebih daripada 100 juta pound, 1 buah club seharusnya bertempur dalam jalur perebutan juara, ” demikian bunyi Rodgers tentang Spurs detik itu. Kata-kata yg kini berbalik kepadanya.

Minggu ke 2 aja Liverpool sudah menjunjung kegagalan. Akan tetapi tandingan yang dihadapi momen itu, Manchester City, adalah juara bertahan plus diperkuat pemain-pemain mahal, alhasil kekalahan dalam Etihad Stadium siap dimaklumi. Tetapi begitu Aston Villa, West Ham United & terakhir Newcastle United bisa menundukkan The Reds, semakin transparan tampak bahwa Rodgers menghadapi masalah.

Blunder Transfer

Orang-orang dengan mudah mengaitkan melorotnya performa Liverpool musim itu dengan penjualan Luis Suarez. Tak kebetulan pula jika menterengnya penampilan Liverpool musim yg lalu didominasi oleh sepak terjang El Pistolero. Hasil 31 gol tambah seleret assist & kado hukuman yg dikarenakan sama akselerasinya mendukung Liverpool menciptakan 101 gol musim silam.

Kepergian Suarez ke Barcelona mempunyai arti Liverpool kehilangan sosok yang berandil terhadap setidaknya sepertiga gol musim yg lalu. Hanya saja menghubungkan melorotnya intensitas Liverpool musim ini semata-mata di berhentinya Suarez tentu aja terlalu memudahkan persoalan. Persoalannya lebih atas itu

Ya, penjualan Suarez yakni kesialan besar beri Liverpool. Tapi Suarez memproduksi kas club terisi dana baru sebesar 70 juta pound yang dapat dipakai Rodgers utk memperkuat tim. Disematkan penggawa lama & sekitar tokoh muda yang dijual murah, Rodgers memiliki pertolongan dana sangat banyak guna belanja tokoh dalam perniagaan transfer.

Di sinilah letak blunder perdana Rodgers dalam musim 2014/15. Momen memesan dalam musim panas dahulu, Rodgers bertambah menegaskan di dalam stok pemain demi intensitas tim ketimbang menahan hilangnya Suarez. Sungguh mengherankan begitu bursa transfer telah hampir selesai, tidak terdapat satu striker top pun yg didatangkan ke Anfield. Sampai dengan hasilnya Mario Balotelli merapat

Bola online indonesia – Riwayat dan Trivia Piala AFF: Macan yg Mengaum dr Tenggara

Piala AFF sebenernya lahir dalam masa yang tak begitu menyenangkan. Gak lama sesudah kelahirannya, resesi ekonomi menjalar ke mana-mana, ke segenap negara, tergolong Asia Tenggara. Belum lagi gejolak politik yang menempuh sejumlah negara, turut mengganggu kelanjutan persaingan sempurna dalam Asia Tenggara itu.test1

Faktanya, gangguan tersebut tidak berpengaruh besar. Piala AFF-lah yg lalu kemudian memerankan tonggak berkembang serta meratanya mutu sepakbola dalam Asia Tenggara.

Kala pertama kali tampil, Thailand juga Singapura terlihat dominan. Mereka bergantian merebut keadaan puncak. Di awal penyelenggaraannya, ditemui jurang kualitas yg sangat amat lebar antar negeri. Konsistensi sepakbola saat itu tengah ada di tangan Thailand, Singapura, Malaysia, Vietnam, & Indonesia. Sementara itu, negeri laksana Filipina dan Brunei Darussalam tetap kerap sebagai bulan-bulanan musuh.

Perlahan negara2 di Asia Tenggara mulai melakukan penyesuaian. Terjumpa peningkatan mutu dengan berbagai cara, start atas naturalisasi pemain hingga penerapan kompetisi berjenjang yg dikelola dengan sungguh-sungguh. Masa ini, lawan telah memperkirakan Filipina juga Myanmar guna kandidat juara.

Piala AFF digelar 2 tahun sekali. Ini yg menciptakan pembinaan dalam negara2 Asia Tenggara seolah gak sempat berhenti. Tahun ini berlatih, tahun depan bertanding supaya mimpi mampu acap diraih.

Sepakbola ibarat magnet yang punya impak terhadap unsur di luar sepakbola. Oleh karena itu, memerankan juara di medan tertinggi se-Asia Tenggara secara otomatis hendak menjadikan citra negara.

Dgn tingkat guna duel tertinggi, Perhimpunan Sepakbola Asia Tenggara, AFF, pun menghasilkan regulasi baru. Spesial pada bagian sports sepakbola pada SEA Games, tiap negara hanya boleh menyertakan tokoh dgn usia di pangkal 23 tahun. Hukum ini setanding dgn apa yg diterapkan di Olimpiade oleh Asian Games.

Hukum tersebut mempunyai dampak substansial buat negeri yg betul-betul mengerjakan pembinaan usia dini. Tiap-tiap tokoh muda diuji pada SEA Games. Peran Sea Games menjadi, krusial untuk ujian mula-mula sekalian ajang memajukan profesionalisme bertanding tokoh muda di level internasional. Tujuan belakangan terang saja bermuara di Piala AFF. Performa tinggi dalam level ini menghasilkan mimpi tak lagi setara ilusi, akan tetapi merealisasikannya sampai benar-benar berlangsung.

Urusan cengkeraman performa & format kompetisi, Piala AFF bisa dibagi pada dalam dua era. Uniknya, era itu terdapat sangkut pautnya dgn sponsor yg punya kuasa penerapan sebutan resmi laga.

Piala AFF lahir di 1996 dgn identitas “Piala Tiger” maupun “Tiger Cup”. Unsur ini gak beda sebab sponsor persaingan tersebut adalah produsen bir bermerek “Tiger” asal Singapura. Kala tersebut, kiblat sepakbola dalam Asia Tenggara tetap bergelut pada Thailand serta Singapura. Thailand dikenal meraup kekuatan pemain berbakat, sementara Singapura demikian sungguh-sungguh menata udara sepakbola.

Negri lain laksana Indonesia, demikian berkhayal guna mengait gelar internasionalnya. Pada level senior, tim nasional Indonesia terakhir kali juara pada SEA Games 1991 yang dihelat pada Jakarta. Soalnya SEA Games gak lagi sebagai laga tertinggi, maka seluruh kegiatan sepakbola terfokus pada Piala AFF serta Piala Asia.

Terdapat satu buah optimisme saat tersebut ketika PSSI menyatu persaingan Perserikatan & Galatama pada 1994. Penyatuan tersebut menyatukan tim – pemain yang secara tradisional kuat secara hasil oleh cerita, dengan kru profesional yang tdk dibiayai APBD. Iklim terlatih kendati mulai terasa di Liga Indonesia kala ini.

Selain itu, PSSI mempunyai rencana jangka panjang dgn mengoper benih muda di luar negeri buat menjemput ilmu. Benar-benar, tidak seluruh sukses, akan tetapi sebagian di antara mereka sebagai kunci timnas Indonesia dalam Piala AFF tahun 2000 & 2002.

Permainan foot ball – Prancis Cukur Swedia 1-0

Prancis mengontrol Swedia pada pertarungan friendly pada Stade Velodrome. Namun tetapi gara-gara gaya oke kiper Swedia Andreas Isaksson, Prancis mesti menunggu sampai menit ke-84 bagi memastikan kemenangan 1-0 lewat gol dr Raphael Varane.test1

Menjamu Swedia, Rabu (19/11/2014) dinihari WIB, Prancis menciptakan peluang ketika duel mengambil menit ke-11 dengan perantara operan atas Paul Pogba yg diraih sepakan Layvin Kurzawa, sekalipun bola belum akurat pada incaran. Enam menit selepas tersebut tembakan Pogba pula masih mengangkasa atas gawang Swedia.

Prancis menelan kesempatan emas dalam memimpin pada menit ke-36 ketika Andre-Pierre Gignac menarik operan ke arah Antoine Griezmann di ulas hukuman Albania. Walau demikian penyelesaian kesudahan kurang sip daripada Griezmann menciptakan kiper Andrea Isaksson tengah siap mengamankan bola.

2 menit setelah tersebut Swedia balik siap bernafas lega selesai serbuan Prancis balik tidak berbuah gol. Bermula atas umpan silang Dimitri Payet yg gagal diantisipasi Isaksson, bek Emil Krafth kemudian buktikan menolak bola meski si kulit bundar malah membidik ke gawagnya sendiri. Beruntung bagi Krafth & Swedia, arahnya tetap belum benar2 tepat dan masih melebar.

Swedia dan lalu memproduksi Prancis tersentak empat menit pra diturunkan minum. Lewat aksinya Isaac Kiese Thelin mampu menepuk bola ke haluan gawang Prancis, menciptakan kiper Steve Mandanda mesti mengerjakan penyelamatan dalam dasar mistar gawang tuan rumah.

Empat menit di depan putaran ke-2 Isaksson balik mengamankan gawang Swedia. Kesempatan itu atas usaha Gignac yang menyampaikan operan dr Dimitri Payet. Isaksson terus-terusan diuji, di antaranya dalam menit ke-60 dengan menggagalkan bola tembakan Griezmann lalu kemudian menghalau bola tembakan pemain substitusi Prancis Moussa Sissoko dalam menit ke-79.

Akan tetapi gawang Isaksson akhirnya jebol juga momen pertarungan mewariskan enam menit di tempo normal. Atas satu buah tendangan pojok, kiriman bola Griezmann makbul disambut Raphael Varane di tiang dekat guna mengalahkan Isaksson yg kesempatan ini harus mencedok bola dari di gawangnya

Semenit sehabis tersebut Prancis menggondol peluang emas utk menaikkan keunggulan sesudah wasit menunjuk titik putih risiko handball dari Oscar Wendt. Karim Benzema dulu maju dalam jadi pengeksekusi… walau masih tidak berhasil menyempurnakan tugasnya selesai mengoper bola mengangkasa dari target. Tak tersedia lagi gol yg tercipta pada sisa waktu.

Dampak itu menghasilkan Prancis udah menanjak tidak terkalahkan pada enam kompetisi beruntun-runtun setelah Piala Dunia, di mana empat di antaranya berhasil dimenangi–melawan tim-tim unggul ibarat Spanyol & Portugal.

Pada perjuangan periode ini Les Bleus dicatat ESPN bermain super untuk Swedia. Selain unggul penguasaan bola 64%-36%, Prancis juga mencetak enam tembakan jelas incaran dari 28 percobaan, namun Swedia membuat lima tembakan aja di mana cuma dua di antaranya yg menuju di target.

Susunan Pemain

Prancis: Pogba, Guilavogui ; Valbuena (Lacazette 68′), Payet (Sissoko 61′), Mandanda; Sagna, Mangala, Varane, Kurzawa (Digne 78′); Griezmann; Gignac (Benzema 68′).

Swedia: Isaksson; Larsson, Kallstrom (Forsberg 46′), Kacaniklic (Forsberg 86′); Krafth, Jansson, Granqvist (Durmaz 46′), Bengtsson (Olsson 46′); Bahoui, Thelin, Zengin (Hrgota 67′).

Bursa judi bola – Instinct Hunt: Selebrasi 2 Dekade Predator

Telah 20 tahun mulai pertama kali Adidas meluncurkan seri Predator; salah satu sepatu yg jadi tonggak bermanfaat dalam teknologi sepatu sepakbola, kendati satu yg terpopuler dalam jagat lapangan hijau. Adidas menutup peringatan 2 dekade predator dengan meluncurkan anak terkini: Pemangsa Instinct Hunt.test1

Predator, gak dapat dipungkiri, adalah salahsatu titik diperlukan pada perkembangan teknologi sepatu sepakbola. Desainnya benar-benar terbilang cukup simpel, namun demikian secara teknologi sepatu tersebut siap dibilang sepatu tercanggih kala pertama kali diluncurkan.

Pelancongan Predator diawali oleh seorang mantan pemain Liverpool, Craig Johnston. Tamat purna karya, Johnston yang mengantarkan ‘Si Merah’ memikat lima gelar Liga Inggris kembali di tanah kelahiran orang-orang tuanya, yaitu Australia. Di sana, dia membuang waktu utk melatih anak-anak.

Konon untuk satu sesi kursus, Johnston pernah memohon anak asuhnya buat menendang bola dgn kian baik, lebih teratur, & kukuh. Namun anak-anak ini ketegangan, lalu kemudian bertutur di dalam Johnston jika sepatunya terlalu licin. Sebabnya tidak lain sebab sepatu yg dipakai anak-anak itu dibuat dari kulit plus keadaan ketika itu sedang hujan.

Saat itulah Johnston memiliki ide utk menjemput satu buah bat pingpong, memungut permukaan karetnya, & menempelkannya di sepatunya. Sepatu eksperimennya itu lantas refleks dibawa menongol juga dicoba guna menendang bola. Hasilnya? Voila! Karet pada sepatu menghasilkan kian ringan memberikan efek tertentu kala menyepak bola, juga tentu aja sepatunya waktu ini siap makin ‘menggigit’ bola.

Daripada sepatu prototipenya itulah Johsnton lalu menyiarkan ide semakin jauh, menggabungkan karet dgn kulit kanguru yg ringan oleh fleksibel. Belakangan Johnston pula menginvestasikan ide lain mengenai teknologi sol Traxion yang sampai saat ini dipakai Adidas.

Walaupun demikian, sepatu prototipe Johnston awalnya tidak diterima oleh sekitar perusahaan menyerupai Nike juga Reebok, apalagi Adidas sendiri. Tapi, sesudah berhasil merekam Franz Beckenbauer, Karl-Heinz Rummenigge, dan Paul Breitner menggunakan sepatunya di dalam keadaan salju, Johnston berhasil meyakinkan Adidas dalam membeli hak design prototipe ini dan memperoleh 2% daripada sekujur penjualan. Disebut-sebut perlu waktu sampai lima tahun dalam memastikan bahwa idenya hendak berhasil.

Mulai tatkala ini, sepatu prototipe Johnston merembet memerankan Predator dan menjadi unit dari asal usul sepakbola. Predator pun terus berevolusi dengan variasi pengembangan yg dilakukan oleh Adidas. Tercatat setidaknya terselip 14 seri predator yg lahir berikutnya.

Membuntuti sukses kemunculan sang ‘kakak sulung’, Predator Rapier lahir dalam 1995. Adidas menata kembali rupa karet dalam sepatu & kian banyak menyelenggarakan kulit kanguru demi kenyamanan. Tahun selanjutnya lahirlah Predator Touch. Setelah itu berencetan Predator Accelerator (1998), Predator Presicion (2000), Predator Mania (2002), Predator Pulse (2004), Predator Absolute (2006), Predator PowerSwerve (2007), Predator X (2009), Predator RX (2010), Adipower Predator (2011), Predator LZ (2012), dan yang terakhir merupakan seri Predator Instinct (2014)

Prediksi taruhan bola – Italia vs Kroasia Finis Draw

Italia pernah unggul terlebih dulu atas Kroasia lewat Antonio Candreva. Namun keunggulan tak bertahan lama dimana Ivan Perisic menggelar gol penyama posisi. Ke 2 team pun berbagi 1 angka dgn skor 1-1.test1

Rivalitas Kualifikasi Piala Eropa 2016 yg berlangsung di San Siro, Senin (17/11/2014) dinihari WIB tersebut beredar terbuka. Kroasia sejak awal menerapkan pressing ketat mengenai tuan rumah, sementara Italia mencoba, melaksanakan ofensif cepat melalui ke-2 sayap.

Italia sanggup memimpin kian dahulu lewat terjangan Candreva dalam menit ke-11. Tetapi penguasaan Gli Azzurri tidak bertahan lama sehabis Perisic menyeragamkan kedudukan dalam menit ke-15.

Pada sesi ke 2, Kroasia semakin bergairah & lebih dominan untuk penguasaan bola. Sementara Italia sanggup menghajar lewat pukulan balik cepat. Namun, ke 2 skuad tak makbul mencipta gol tambahan hingga pertarungan tamat.

Pertengkaran tersebut pernah dihentikan lebih kurang 10 menit saat menganeksasi menit ke-72. Semula kembang api menghujani lapangan, tak lama bersela kemelut terjadi di tribun unit area pendukung Kroasia. Setelah keadaan balik kondusif, wasit ambil kesimpulan melanjutkan permainan.

Dengan dampak sama mata itu, Kroasia serta Italia tetap menunggu posisi satu-dua Grup H secara sambung-menyambung dgn sama-sama mengoleksi nilai 10 dr empat laga. Di simpulan dua-duanya adalah Norwegia dgn sembilan angka, yang pada perjuangan lain unggul tipis 1-0 untuk Azerbaijan.

Sementara itu Bulgaria tampil sama mata 1-1 kontra Malta. Secara berangkaian Bulgaria (3 poin), Malta (0), Azerbaijan (0) menyudahi posisi 4-6

Ivan Rakitic membantu depakan keras daripada luar kotak penalti di menit ke-6. Tetapi Gianluigi Buffon dengan tangkas menepis. 3 menit berselang, kesempatan Luka Modric berbuat percobaan, pula telantar pada tangan Buffon.

Lebih dahulu tertekan, Italia kian memikat keunggulan di menit ke-11. Datang dari kiprah Simone Zaza di dalam tempat hukuman. Setelah tembakannya diblok bek, bola refleksi yg balik di penguasaan Zaza lantas disodorkan terhadap Antonio Candreva pada depan kotak hukuman.

Candreva lantas mengarahkan tembakan keras ke pojok kiri gawang juga tidak mampu dihentikan Danijel Subasic.

Namun demikian keberhasilan tersebut gak bertahan lama. 4 menit kemudian, Kroasia menyeragamkan posisi. Ivan Perisic berbuat tusukan dalam sisi kiri dan berlari ke tengah.

Aksinya diakhiri tembakan mendatar yang sewajarnya membidik tepat ke Buffon. Namun ramalan sang kiper kurang baik dengan demikian bola melewatinya & masuk ke gawang.

Italia mencatatkan satu buah peluang bagus pada menit ke-34. Lewat serangan segera, Roberto Soriano menjunjung sasaran silang atas kanan mengarah ke Mattia De Sciglio yang tidak terkawal di dekat tiang jauh. De Sciglio menguji menjemput bola dgn terjangan voli, tapi melenceng.

Welbeck Dua Gol, Inggris Gulingkan Slovenia 3-1

Inggris pernah tertinggal bertambah dulu pada pertarungan mengelak Slovenia. Akan tetapi, The Three Lions bisa menelungkupkan keadaan dan menang dengan skor 3-1. Danny Welbeck mendermakan 2 gol guna kesebelasan tuan rumah.test1

Di dalam perkembangan Kualifikasi Piala Eropa 2016 dalam Wembley, Minggu (16/11/2014) subuh WIB, Inggris memimpin pertunjukan juga besar mengatur peluang semenjak awal. Tetapi, hingga diturunkan minum, skor kacamata tetap bertahan.

Pada babak ke 2, gol bunuh diri Jordan Henderson menuntun Slovenia menang bertambah dulu. Tetapi, Inggris memberikan sahutan yang begitu baik. Sesudah menyeragamkan kedudukan melalui sepakan hukuman Wayne Rooney, mereka memastikan kemenangan via 2 gol Welbeck.

Keunggulan ini membuat Inggris pada posisi ternama klasemen sementara Grup E dengan poin 12 daripada empat pihak. Slovenia tepat di bawahnya dengan poin enam.

Jalannya Pertandingan

Kesempatan mula-mula di dalam pertarungan ini jadi milik Slovenia. Jasmin Kurtic menyebarkan umpan lambung yang disundul Andraz Kirm. Akan tetapi, sundulan Kirm dgn mudah ditangkap Joe Hart.

Inggris baru dapat menurunkan ancaman di dalam menit ke-17 dengan daya Raheem Sterling. Sterling yang jadi umpan daripada Rooney melepaskan depakan kaki kanan, namun demikian arahnya tengah menyimpang.

Bersela 4 menit, tempo Rooney yg memiliki peluang. Rooney menerima bola daripada Welbeck dgn depakan voli, yg masih melayang di atas mistar.

Welbeck mencoret peluang yg dia dapat di dalam menit ke-30. Meski dia tak terkawal, sundulannya menetapkan sasaran silang Sterling masih menyimpang.

Upaya Welbeck di dalam menit ke-37 pula belum menciptakan gol dalam Inggris. Sepakannya dari luar kotak hukuman melayang.

Sampai berakhirnya babak perdana, kedua team sama-sama tidak mampu mendirikan gol. Skor 0-0 sedang bertahan.

Rooney menebar intimidasi ke gawang Slovenia dalam awal putaran ke-2, tepatnya menit ke-48. Dia menyundul bola impak sepak pojok Adam Lallana, namun demikian arahnya masih melebar.

Walaupun bertambah besar mengatur kesempatan, Inggris tertinggal semakin dulu. Gol Slovenia yakni kinerja gol bunuh diri Henderson dalam menit ke-57. Bermakna mengiris sasaran silang Kirm, Henderson malah memutar si kulit bundar ke gawang sendiri.

Namun demikian, keberhasilan Slovenia itu tidak bersitegang lama. Di menit ke-59, Inggris menyeragamkan kedudukan dengan perantara sepak terjang penalti Rooney. Hadiah penalti itu dikasih oleh wasit selepas Bostjan Cesar mengabaikan Rooney di wilayah terlarang.

Inggris makbul menelungkupkan suasana ketika laga berusia 66 menit. Bermula daripada tembakan Lallana daripada sudut sempit yang dimentahkan Samir Handanovic, bola rebound menentang ke Welbeck, yang serta-merta menyambarnya buat meretakkan gawang Slovenia.

Welbeck kembali mengisikan namanya di papan skor enam menit kemudian. Penyerang Arsenal itu tampil sasaran satu-dua dengan Sterling sebelum menaklukkan Handanovic lewat terjangan kaki kanannya. Inggris pun memimpin 3-1.

Keunggulan ini sukses dipertahankan Inggris hingga peluit panjang bersuara. Mereka kendati menarik tiga angka dalam perkelahian tersebut.

Susunan Pemain

Inggris: Hart; Clyne, Wilshere, Henderson, Sterling (Oxlade-Chamberlain 84′); Jagielka (Smalling 89′), Cahill, Gibbs; Lallana (Milner 79′), Rooney, Welbeck

Slovenia: Kurtic (Rotman 75′), Mertelj, Birsa (Lazarevic 62′), Kirm (Ljubijankic 77′); Handanovic; Brecko, Cesar, Ilic, Struna; Kampl; Novakovic